Tampilkan postingan dengan label PD IPM Klaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PD IPM Klaten. Tampilkan semua postingan

Heru Cahyono Production Poenya

Editan TILPER jadi Product Heru Cahyono Poenya

Share/Bookmark


DOC. TILPER PD IPM 2010

Temu Ilmiah Pelajar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten, Ahad 07 Maret 2010 di SMP Muhammadiyah 1 Klaten.
















Semoga bisa menjadikan kenangan y ang bermanfaat bagi kami selaku pengrus Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyahj Kabupaten Klaten 2009-2011.

Peertanda Sekretaris Umum PD IPM Klaten 2009-2011

Heru Cahyono

Share/Bookmark

IPM Klaten Ciptakan Pelajar Kompetitif dan Berdedikasi untuk Persyarikatan Bangsa dan Agama

Klaten, Jawa Tengah. Baru saja Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Klaten menciptakan kader pelajar yang ada di Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Se-Kabupaten Klaten dengan mengadakan Lomba Temu Ilmiah Pelajar (TILPER). Acara ini diselenggarakan pada hari Ahad, 7 Maret 2010 yang bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Klaten.

Dalam sambutan Ketua Panitia IPMawan Agus Murdiyono menegaskan bahwa acara ini diharapkan bisa menjadi ajang kompetitif yang positif dan berkelanjutan untuk IPM khususnya di Klaten. Dalam laporannya bahwa peserta pada saat itu yang sudah masuk dalam daftar regristrasi sebanyak 201 anak. Banyaknya peserta ini masih bisa berubah karena pada saat itu tempat regristrasi masih dibuka kata Agus Murdiyono sekaligus mengakhiri sambutannya.

Mengutip dari apa yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah bahwa kualitas pelajar kita di Jawa Tengah masih sangat lemah, para pelajar lupa akan jati dirinya sebagai pelajar. Dengan adanya Temu Ilmiah Pelajar Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Klaten tahun 2010 ini kita dapat meningkatkan kualitas pelajar kita di Kabupaten Klaten khususnya. Tutur IPMawan Arif Jatmiko Selaku Ketua Umum PD IPM Klaten periode 2009-2011 dalam sambutannya.

Ada dua isu yang berkaitan dengan intelektual pelajar yang disampaikan oleh Bapak Wisnu selaku perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang sekaligus membuka acara Lomba Temu Ilmiah Pelajar Muhammadiyah Se-Kabupaten Klaten. Isu itu bukan humor, itu masalah yang perlu di pecahkan, yaitu masalah akidah, intelektual atau sikap ilmiah yang terjadi pada pelajar di Kabupaten Klaten.

Maka dari itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Klaten mengharapkan kepada Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Klaten untuk sering dan aktif dalam melaksanakan dan menyelenggarakan kegiatan yang positif untuk para pelajar Muhammadiyah di Klaten. Agar pelajar Muhammadiyah di Klaten bisa menjadi pelajar yang berkompeten dan dapat menghadapi perubahan gejolak di era tahun ini.

Dengan harapan dan tujuan serta dukungan dari Pmpinan Daerah Muhammadiyah Klaten penyelenggaraan Lomba Temu Ilmiah Pelajar (TILPER) tahun 2010 ini resmi di buka. Kata-kata terakhir dari Bapak Wisnu selaku perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten sekaligus membuka acara itu dan disambut tepuk tangan yang sangat meriah dari semua peserta dan tamu undangan yang hadir.
Share/Bookmark

Lagu ke-3, Tombo Ati

Lagu ketiga dalam acara pembukaan TILPER 07 Maret 2010 di SMP Muhammadiyah 1 Klaten












Share/Bookmark

Lagu 2 "Cinta Rasul"

Lagu berikutnya setelah sang surya yaitu "Cinta Rasul' Kita sambut IPMawan dan IPMawati SMP Muhammadiyah 1 Klaten..



Share/Bookmark

Pembukaan TILPER "Sang Surya"

Dalam acara pembukaan TILPER saat acara lagu-lagu yang didukung oleh SMP Muhammadiyah 1 Klaten menyanyikan lagu Sang Surya ini dia rekamannya....



Share/Bookmark

Lirik Theme Song

 Muktamar Muhammadiyah Satu Abad

Lagu : Dwiki Darmawan
Syair : Din Syamsuddin

Seabad gerak waktu
Sang Surya bersinar selalu
dalam berkat rahmatMu
cerahi peradaban mutu

Jutaan insan bersatu
ribuan amal berpadu
dalang lingkar syahadat
bawa islam penuh rahmat

         Ke JOgja kita kembali
         abad kedua kita mulai
         tekad membaja di hati
         walau jalan mendaki

         Ayo bergandengan tangan
         hadapi segala tantangan
         gerakkan lasykar zaman
         jayalah masa depan

   Muhammadiyah satu abad
   saat kita bergembira
   atas segala nikmat
   cabang ranting semua bersua

Cambuk 2009-2011

Siang ini saya pulang dari Jogja untuk mengantar surat penawaran pembuatan kartu mahasiswa di STT Kedirgantaraan Jl. Parangtritis.. setelah capek dari Malioboro saya langsung saja pulang dan istirahat tidur-tiduran di sekretariat untuk menunggu waktu sholat dhuhur.

Setelah selesai sholat saya dipanggil bapak suhud selaku pengurus Dikdasmen PDM Klaten. "mase IPM sini bentar..saya ada perlu ni ama u.." 
"iya pak...ada apa ya pak??" tanya saya ke pak suhud...

"ini surat dari panitia TILPER belum ada tanda tangannya" sambil mengasihkan dan menunjukkan kertas proposal itu yang belum ada tanda tangannya dan beliau sambil berbicara "kalau beginikan tidak ada yang bertanggung jawab" terus saya jawab.."oh ya pak, maaf, mungkin ini kelupaan panitianya, nanti akan saya konfirmasikan dan akan saya benarkan"

Langsung saja saya naik ke ruang sekret dalam hati saya menggerutu kerja temen nie tidak profesional banged sich, masak kayak gini sampai kelupaan, kenapa tidak diteliti dulu sebelum surat di berikan. Ya okelah saya mencoba untuk menenangkan pikiran saya...Langsung saja saya merebahkan tubuh saya ke kasur busa yang ada di sekret.

Capek banget rasanya badan saya hari ini, seharian keliling Jogja. Tapi saya tetap semangat untuk mengejar target-target saya dalam bekerja. Tak lama kemudian saya terbangun karena teman-teman saya pada datang dari keliling melaksanakan penjurian lomba Ranting teladan di semua sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Klaten.

Langsung saja saya berikan ke temen-temen surat tadi yang belum ada tanda tanganya. Maafkan saya teman-teman saya tadi emosi, saya bentak kalian, karena saya melihat ketidak profesionalan kalian dalam bekerja. Tapi sedikit saya maklumi dan langsung saja saya suruh di tanda tangani dan dikasih stempel. Dan tanpa di komando langsung secepat kilat temen saya mengirim atau menyampaikan surat itu kepada mas basuki yang kebetulan masih di kantor.

Masih dalam posisi merebahkan badan saya dengan teman saya ke kasur busa itu, tiba-tiba ada yang masuk. "Assalamualaikum...." salam anak itu yang baru masuk ke sekret. 
"Wa'alaikum salam..silahkan masuk dek.." jawab kami bersama-sama.
"Ada yang bisa di bantu....???" tanya temen saya yang berinisial namanya NH
"iyah mas, nie mau masukan surat pendaftaran TILPER..."

Setelah selesai secara tiba-tiba adeknya tadi dari STM Jatinom bilang kalo temen IPM Daerah yang bernama inisial N sudah menikah, sebabnya kenapa umur masih muda segitu sudah menikah. Masih banyak kontrofersi dalam kabar seperti ini. Apakah ini suatu sikap yang baik atau tidak yang seharusnya di ambil atau sebaliknya, dibiarkan saja.

Kejadian ini mungkin akan menjadikan pimpinan 2 tahun ini menjadi bubrah tidak karuan. Baru aja saya di telpon sama atasan saya, katanya semua itu masih bisa dipertimbangkan dan masih banyak apalah yang di ucapkan. Baiklah sekarang saya akan mencoba untuk selalu diam. Bukannya saya g mau peduli untuk masalah ini, saya diam karena memohon ampun kepada Allah swt.

IPM Daerah dan IPM Ranting "IPM & Kita"

Kader IPM yang ada di Ranting Sekolah Muhammadiyah merupakan aset berharga yang kita miliki. Di pundaknya tertumpu masa depan kehidupan manusia dan dunia ini. Mereka adalah generasi muda yang akan meneruskan perjuangan dakwah Islam. Mereka muda-mudi yang akan menyongsong nasib bangsa dan Negara Indonesia yang harus lebih baik. Cerahkan masa depan mereka, bekali dengan ilmu agama yang cukup.

Saat ini jumlah anggota IPM Ranting, IPM Cabang sampai Daerah tengah mencapai lebih dari 1000 pemuda dan pemudi yang ada di Klaten Khususnya, belum lagi se-Indonesia. Sekolah-sekolah Muhammadiyah yang mulai memperbaiki gedung dan membangun gedung yang sangat mewah. Dindingnya di keramik, area sekolahnya luas dan sudah banyak sekolah Muhammadiyah yang bertaraf Nasional, bahkan Internasional. 

Tetapi, pernahkah kita terpikir ? Sekolah-sekolah yang indah dan megah itu sepi dari pengajian dan diskusi kader-kader kita. Kita bisa melihat pengajian kader IPM yang menghidupi salah satu pembangun generasi Qur’ani sejak dini kembang kempis dilanda krisis existensi, krisis regenerasi, krisis management, krisis kuantitas dan krisis kualitas. Pembinaan kader semakin pudar dan mati. Padahal musuh-musuh Islam sedang mengincar sasaran empuk generasi muda Islam dan bangsa Indonesia untuk dihancurkan aqidah dan akhlaknya, dijauhkan dari syariat Islam. Mereka menyusun rencana besar melalui senjata utama “Narkotika Budaya“ melalui media massa yang akan membius generasi muda hingga hilang akal dan hilang iman, jauh dari masjid dan Al Qur’an.

Dan Kita ?
Kita sibuk dengan generasi saat ini, bangga dengan apa yang sudah menjadi milik kita, yiatu Jabatan. Tapi lupa akan membangun Sumber Daya Manusia, membangun generasi pewaris perjuangan dakwah Islam dan bangsa Indonesia.

Kita sering menyibukkan diri kita sendiri untuk melakukan hal-hal yang mungkin tidak bermanfaat bagi umat islam atau masyarakat umumnya, kita masih suka bermain-main, jalan-jalan, dan bersenang-senang. Apakah kita sudah mampu membangun sumber daya manusia dari kader-kader IPm kalau sampai sekarang kita tidak bergerak? Kader kita menghidupi organisasi pelajar di sekolah dan kegiatannya ? 1% atau 0,01% ? inikah bukti keseriusan kita ?
Share/Bookmark

Buku Fortasi Jateng

CV. Gemilang adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Penerbitan, Percetakan dan Advertising merupakan perusahaan yang dimiliki oleh seorang kader IRM Kabupaten Klaten. Yang mana sudah sangat berpengalaman dalam pembuatan atribut Muhammadiyah dan Ortom-ortomnya.
Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru pasti IPM Daerah... setempat menyibukkan diri dengan persiapan FORTASI.Nah disini kami lampirkan beberapa sample buku kepada teman2 sekalian, bahwa sudah banyak sekali PD IPM se-Jateng yang berlengganan untuk pembuatan Buku FORTASI. Jika teman2 berminat silahkan hubungi CV.Gemilang di 08122605406 dengan Mas Istna selaku Direktur Perusahaan ini

 

Kibarkan Bendera Putih

Kibarkan Bendera Putih???

"Ayo Pak Kita kibarkan bendera putih.." kata Nova temen saya saat menghadiri rapat pleno Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Klaten. "Weh..ngapa va?? saya tidak ada bendera putih nie, gimana?? "Ya pake kertas saja noo....hehehehe :-)"

Sedikit perbincangan saya dengan rekan saya Nova Suharyanto dengan bercanda.....pada kesempatan sore kali ini kami Panitia Lomba Temu Ilmiah Pelajar (TILPER) Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Klaten mengecek ulang lagi persiapan dan keperluan perlombaan TILPER, banyak sekali pembahasan yang kami sampaikan di rapat sore kali ini.

Alhamdulillah selain melihat semangat temen-temen IPM untuk melaksanakan kegiatan ini saya juga mendapatkan makanan dan roti yang dibawakan oleh sang hati...syukur alhamdulillah..pengertian sekali dia. Tahu saja kalau saya sedang lapar.

Setelah rapat selesai dan menunaikan kewajiban saya sebagai seorang muslim "Sholat Isya" saya langsung ke SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara untuk meliput kegiatan DKD HW Klaten yaitu penyeleseksian peserta Jambore Nasional yang tidak lama lagi akan di laksanakan di Lapangan Prambanan Klaten.

Banyak sekali pembahasan yang saya bicarakan dengan rekan saya Dzikran, kami membahas masalah IPM dan HW di sekolah Muhammadiyah. Melihat perkembangan dan semangat para kader yang ada di Ranting, sangat percuma jika mereka semua tidak diberdayakan dalam kegiatan atau ranah ke organisasian terutama ke-Muhammadiyahan.

Nah pentingnya mencari kader untuk mencari bibit-bibit unggul yang pastinya kami mengharapkan sebagai penerus pengurus Muhammadiyah di periode selanjutnya maka DKD HW salah satu ortom Muhammadiyah yang ada di Klaten ini mengadakan kegiatan ini.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat mencetak kader yang berwawasan dan berintelek serta cakap dalam segala hal. Selain HW, IPM juga diharapkan juga ikut peran dalam mengembangkan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Klaten.

Dengan begini semoga apa yang menjadi keinginan dan cita-cita agama yang kita anut ini bisa menjadi kenyataan. amien..cukup ini dulu nulisnya, sudah ada yang nelpon ini...

Rapat Lagie di Sierad

Hari Sabtu, 20 Februari 2010 Jam 15.30 WIB, kami Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Klaten menggelar Rapat Persiapan dan Pengecekan serta penyingkronan Temu Ilmiah Pelajar yang rencananya akan dilaksanakan besuk 07 Maret 2010.

Persiapan dari temen-temen yang sudah banyak berjuang untuk melancarkan kegiatan yang akan dilaksanakan itu, memiliki banyak kendala dan rintangan yang harus di hadapi. Baik dari masalah dana kegaiatan tersebut sampai ke tekhnis kegiatan yang akan dilaksanakan.

Kebetulan saya membantu di bagian pencarian dana Sponsor. Kami adalah team Dana dan Sponsor, di team ini di koordinasi oleh Saudara Imam Bahid Sholikin, dan dibantu oleh rekan-rekan seperjuangan dan satu tujuan dalam mengemban agama dan gerakan yaitu saya sendiri Heru Cahyono, Nova Suharyanto. Kami telah berusaha mencari sponsor kesana-kemari, hingga kami mengeluarkan keringat yang sangat amat banyak serta menahan panasnya terik matahari untuk lari ke sponsor satu ke sponsor lainnya.

Disela-sela kesibukan dalam mencari dana sponsor, team dana dan sponsor kami sering mengadakan sharing dalam perkembangan pihak sponsor yang akan kami mintai dana dan sebagainya. Alhasil pada kesempatan hari ini Jum'at 19 Februari 2010 ada beberapa laporan dari berbagai sponsor yang sudah kami masuki proposal ternyata belum jebol. Ok saya memakluminya, karena memang benar banyak sekali kegiatan-kegiatan yang ada di kota Klaten ini untuk mencari dana dari sponsor.

Nah dari situ saya berpikir, kembali ke back Rapat ketika malam itu saya dan mas Reka tengah berpikir dan mengusulkan acara TILPER ini di undur ajah tahun depan. Tapi usulan ini di bantah oleh Ketua Umum PD IPM Klaten 2009-2011 Arif Jatmiko. "TILPER ini harus tetap berjalan dan harus terlaksana!!" Tutur dengan nada keras saat ada di ruang rapat.

Sayapun menyangkal, dan menjelaskan bahwa TILPER tahun ini mending di tiadakan saja, karena mengingat kesibukan pihak sekolah dengan mempersiapkan UN dan Ujian Semester maka dari itu saya mengusulkan TILPER tidak dilaksanakan, selain itu saya juga mempunyai alasan yang mungkin agak akurat bagi saya, yaitu masalah dana. Setiap Event yang dilaksanakan PD IPM Klaten hampir tidak pernah mendapatkan yang namanya ke untungan. Tapi mau bagaimana lagi. Setelah beberapa pemaparan dan penjelasan Ketua Umum Arif Jatmiko, akhirnya dilaksanakan dech..tapi ya udahlah...

Tapi kami dari team dana dan sponsor ship memandang bahwa dana untuk melaksanakan kegiatan ini minim sekali. Bahkan saya sempet chating di Facebook dengan rekan saya Nova Suharyanto ayo kita kibarkan bendera putih besuk di Rapat Pleno, sekalian kembang dan menyannya.

Kami hanya berharap, apapun keputusan yang di ambil ketika rapat dan musyawarah di rapat pleno bisa menjadikan pembelajaran bagi kita semua dalam memahami Organsiasi yang kita sayangi ini. Sukses dan Luar Biasa!! Semoga KOMITNEN dan LOYALITAS temen2 Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Klaten tetap utuh dan membaja. Nuun Wal Qolami Wamma Yashthuruun...Allahu Akbar!!!

Parlemen Pelajar, Apa sih?

Tema-tema kesadaran kritis menguat di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (dulu IRM) setelah mengalami persentuhan dengan komunitas INSIST Yogyakarta, tahun 2000-2002. Melalui intensitas pertemuan gagasan itu, lalu mengantar beberapa tokoh atau kalau boleh disebut ideolog INSIST, Mansour Faqih terlibat dalam training-training di IPM, sebutlah pelatihan sadar gender (PSG) dan Taruna Melati Utama di Tawangmangu, Jawa Tengah tahun 2001. Atas fasilitasi langsung oleh Faqih, diperkenalkanlah analisis sosial sebagai metode pembacaan terhadap realitas sosial yang demikian rumit.

Lalu gagasan itu kemudian menggelinding, dan menjadi mainstream di IPM (kala itu). Apalagi tahun 2002 ketika Muktamar IPM mengusung tema “Membangun Kesadaran Kritis Sebagai Subyek Perubahan”. Dimana-mana anak IPM bicara tentang kesadaran kritis, Suatu loncatan yang sangat maju bagi organ pelajar kala itu. Sementara di gerakan-gerakan mahasiswa saja, tema-tema itu belum terlalu familiar, kecuali minoritas dari mereka yang bergiat di lingkaran lembaga swadaya masyarakat.

Keputusan Muktamar IPM kala itu ialah diarahkannya gerakan IPM kepada upaya mentradisikan kesadaran kritis dikalangan pelajar melalui pengembangan nilai-nilai advokasi, kaderisasi, dan penguatan infrastruktur gerakan.

Kenapa tradisi kesadaran kritis menjadi penting? Sebab ketimpangan dan ketidak adilan merupakan fenomena yang saat ini mewujud dalam realitas bermasyarakat. Meski tidak semua ketimpangan adalah tanggung jawab kita, tapi kita tetap saja bertanggung jawab untuk menyadari dan memahami bahwa sebuah ketimpangan sosial memerlukan banyak perhatian. Dan disinilah kita letakkan remaja maupun pelajar sebagai pilar perjuangan untuk perubahan yang lebih substansial.

Aras kesadaran kritis adalah kemampuan untuk menghubungkan teori (ilm) dan realitas sosial yang ada dan melakukan gerakan revolusioner untuk mensupport dan mengcounter hegemony pada sebuah transformasi sosial yang direncanakan. Ketidak adilan tidak hanya dipahami dalam distribusi kekuasaan dan distribusi resources, melaingkan berupaya untuk membantu menciptakan kesamaan dan emansipasi dalam kehidupan.

Membongkar kesadaran naif magis untuk ditransformasikan menuju kesadaran kritis memang bukanlah urusan sederhana ditengah ketidak adilan (sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, agama, dan politik). Hal ini disebabkan karena dominannya budaya fatalisme dan teologi kepasrahan yang menggorogoti umat.

Pengertian

Sebagai manifestasi nilai kesadaran kritis dan komitmen gerakan, maka Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) memandang bahwa kehadiran masyarakat sipil (Civil Society) dalam mengawal perubahan sosial merupakan upaya yang sungguh membutuhkan kerja keras. Tidak saja di tingkat wacana, tetapi juga pada wilayah praksis gerakan sipil.

Civil Society yaitu suatu keadaan dimana peranan struktur negara (pemerintah) atas masyarakat tidak terlalu dominan dalam mengontrol seluruh bangunan sosial yang ada. Dalam masyarakat sipil mekanisme kontrol menjadi penting dan utama.

Kerena itulah, maka IPM kemudian melalui perenungan yang panjang melalui bidang hikmah dan advokasi menggagas lingkar inti (komunitas) sebagai wadah dan wahana dalam mengakomodir permasalahan yang ada diruang aktifitas pelajar dan remaja. Lingkar inti inilah yang disebut dengan nama parlemen pelajar.

Perlemen pelajar dimaksudkan untuk melakukan kerja kerja advokasi yang secara langsung bersentuhan dengan basis gerakan atau meminjam istilahnya Rais, Ketua HA PP IRM kala itu, semacam skoci-skoci dalam mempermudah gerakan advokasi. Hal ini dimaksudkan agar keberadaannya tidak ekslusif dan berada dimenara gading. Karena itu keberadaan parlemen pelajar untuk merangkul semua kalangan, lintas identitas, agama, dan suku dengan prinsip kemanusiaan universal (the universal humanism), persaudaraan universal (universal broder), kesetaraan (equality), aktif tanpa kekerasan (active non violence), dan keadilan sosial (sosial justice). Dengan demikian parlemen pelajar menjadi bagian advokasi yang dilakukan oleh elemen Civil Society dalam membentuk tatanan sosial, politik, ekonomi, yang berlandaskan etis, moral, berkeadilan dan egalitarian.

Prinsip Perlemen Pelajar

Sebagai suatu gerakan advokasi, maka parlemen pelajar penting mengedepankan prinsip-prinsip sebagai landasan perjuangannya. Diantara prinsip-prinsip tersebut antara lain; Pertama kemanusiaan universal adalah perlemen pelajar melandaskan gerakannya pada gerakan humanis, artinya dalam melaksanakan aktifitasnya parlemen pelajar senantiasa melihat sisi sisi kemanusiaan.

Kedua kesetaraan mengandung makna (1) manusia adalah setara secara sosial politik, (2) oleh karena semua manusia setara, maka setiap orang harus diperlakukan dengan perhatian dan perlakuan yang sama (tidak diskriminatif), baik dalam memperoleh keadilan hukum dan kesempatan mendapatkan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup lainnya.

Ketiga aktif tanpa kekerasan dimaksudkan bahwa gerakan advokasi parlemen pelajar senantiasa mengendepangkan kedamaian, santun, dan penuh kerahmahan. Artinya gerakan advokasi IPM melalui parlemen pelajar diharapkan mampu menciptakan konstruk berfikir (mode of thought) yang senantiasa berorientasi pada lahirnya sebuah pranata (aturan) sosial yang berkeadilan, santun, dan damai.

Keempat keadilan sosial dimaksudkan bahwa gerakan advokasi yang dilakukan oleh parlemen pelajar adalah untuk melawan ketidakadilan – dalam berbagai ragamnya. Sebab ide dan gagasan keadilan itulah yang harus menjadi prinsip dasar dalam pengelolaan sumber daya ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya, dan penetapan hukum.

Ide keadialan ini pula yang harus mendorong suatu gerakan keadilan dalam membela dan memperjuangkan hak hak kaum lemah dan musthadha’afin. Sebab keadilan tidak akan tercipta tanpa membebaskan golongan masyarakat lemah dan marginal dari penderitaannya. (Masmulyadi - Ketua HA PW IRM Sulsel 2002-2004, 15/07/04)

Tulisan ini ditulis dalam konteks awal gagasan parlemen pelajar, tahun 2002.
Share/Bookmark

IPM – IMM Bersama Sejumlah OKP, Gelar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Bengkulu- Besok (9/12) Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Pelajar – Mahasiswa Bengkulu Antikorupsi untuk Indonesia di Bengkulu akan menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAS) yang selalu diperingati pada tanggal 9 Desember. Acara peringatan ini diprakarsai oleh Dua Organisasi Angkatan Muda Muhammadiyah (Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Bengkulu.

Rangkaian kegiatan peringatan diawali dengan melakukan mimbar bebas, pengumpulan seribu tanda tangan dan deklarasi anti korupsi. Massa dikonsentrasikan di halaman kampus I Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kata Koordinator Gerakan Pelajar – Mahasiswa Bengkulu Anti Korupsi, Rahmat Yudhi. Penanggung jawab umum aksi tersebut mengatakan peserta aksi juga membagikan stiker dan selebaran terkait tema aksi kepada masyarakat sekitar. Massa akan berorasi dimimbar bebas dan menampilkan teaterikal yang berisi pesan-pesan anti korupsi.

Peserta aksi damai akan di ikuti kurang lebih dua belas Organisasi Kemasyarakatn Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Bengkulu ( IPM, PII, IPNU, IPPNU, IMM, HMI, GMKI, GMNI, KAMMI, GMII, PMKRI, PMII ). Acara tersebut digelar selain memperingati HAS juga agar semangat pencegahan prilaku tindak pidana korupsi dapat tumbuh kembali dalam setiap sektor pelaksanaan pembangunan daerah dan Nasional. Aksi dengan tema "Mengemis Lebih Baik daripada Korupsi" itu juga bertujuan untuk melakukan penyadaran kepada koruptor bahwa perbuatan korupsi lebih hina dari pada pengemis jalanan.Aksi peringatan HAS secara nasional juga akan digelar di Jakarta pada 9 Desember 2009 oleh berbagai lembaga antikorupsi.

Korupsi di Indonesia dinilai sudah menjadi fenomena yang sangat mencemaskan, karena telah semakin meluas dan merambah pada lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Hasil penelitian yang dilakukan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang diumumkan pada Maret 2002 menempatkan Indonesia dengan tingkat skor 9.92 berdasarkan skala tertinggi 10. Sedangkan dari sumber Transparency International (TI) Indonesia, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) untuk Indonesia pada 2003 menempati posisi yang cukup memperihatinkan, yaitu 1.9 dan peringkat 122 dari 133 negara yang disurvei. Pada 2004, IPK Indonesia menjadi 2.0 dan menduduki urutan 137 dari 146 negara yang disurvei.ipm.or.id

Isu Konpiwil



1. Isue center (utama, pokok)
a. Pemerataan pendidikan, isu putus sekolah, lulusan SMP/SMA tidak punya skill, sisdiknas, bhm, korupsi di lembaga pendidikan, etc. (advokasi), paradigma kritis tetap dipertahankan
b. entrepreneurship generation (pendiri Muh pedagang, bagaimana bisa menghidupi diri da organisasi. kata Muhammad Yunus (peraih nobel);" everyone is entrepreneur, but only the lucky come to know it" makanya sejak usia muda harus belajar dan terus belajar.
c. multiculturalisme dan budaya pop(formulasi aksi-setting islamisasi ilmu untuk masyarakat yang beradab, bukan tanpa adab!) bagaimana mengambil keuntungan dari fase sejarah ini yang dunia sudah bourderless, tanpa batas)

2. Isue tengah (antara pusat dan pinggiran)
a. globalisasi dan teman-temannya
b. kapitalisme dan dampaknya
c. ideologi MUhammadyahd
d. fund rising

3. Isu margin (pinggiran, kurang perlu untuk dijadikan mainstream gerakan) tidak perlu dipusingkan
a. persaingan dengan OSIS atau PKS
b. IPM vs sekolah/dikdasmen/ Muh
c. perebutan jabatan atau terlibat politik praktis. biarkan saja selama bermanfaat bagi IPM why not? kecuali hanya memperkaya diri sendiri baru dhajar he he.

ini mapping kasar pasti ada baiknya kalau isue mempunyai skala prioritas biar nggak ngalor ngidul....ada yang ribet bikin panduan-panduan. ..bidang ada yang njlimet ngurus guy, lesbi, dan sebagainya.. ..apa jadinya ini he he

Share/Bookmark


Milad 1 Abad Muhammadiyah sebagai Sang Pencerah


Peringatan hari lahirnya Muhammadiyah atau sering disebut MILAD 25 November 2009 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta tengah dilaksanakan sangat meriah. Dari jajaran Pengurus, Aktivis serta penggembira datang ke tempat ini untuk memeriahkan acara Resepsi Milad Muhammadiyah yang ke 1 Abad. Umur yang sangat lama dan pengorbanan pengembanan dan perjuangan untuk bangsa dan negara ini. Muhammadiyah telah banyak membantu dan meringankan beban Pemerintah dalam hal agama, sosial, kesehatan dan pendidikan.


"Momentum yang sangat berharga ini sangat dinanti-nantikan oleh Muhammadiyah untuk membuktikan bahwa peran serta fungsi organisasi dari amal usaha Muhammadiyah sangat membantu masyarakat dan pemerintah di buktikan bahwa semakin banyaknya amal usaha baik dari Pendidikan dan kesehatan berdiri di tiap daerah yang diharapkan bisa menjadi amal usaha yang bertaraf Internasional" tutur Din di awal Pidatonya dalam menyambut para hadirin yang mendekat ke podium tempat pidato beliau.


Dalam pidatonya, Pak Din juga berpesan kepada semua jajaran tingkatan Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah dan Indonesia bahwa kita harus mencanangkan gerakan yang mandiri, gerakan yang selalu mengedapankan nilai-nilai agama dan menjadikannya muhasabah dalam membenahi menejemen organisasi serta meningkatkan kualitas dan mutu dalam mengemban amanah untuk kita jalankan bersama kata ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah dengan tegas.

Ucapan terimakasih dan penghargaan yang di tujukan kepada Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang hingga ranting Muhammadiyah DIY yang telah merayakan Milad Muhammadiyah 1 Abad, sudah 100 tahun Muhammdiyah berkiprah dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, kita patut ucapkan Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah... Lantang Din Syamsudin dan diikuti oleh seluruh pengunjung yang hadir di tempat itu kurang lebih 2000 orang pengunjung dari berbagai elemen Muhammadiyah di berbagai tingkatan.


Beliau juga menyampaikan bahwa malamnya di Jakarta juga ada resepsi berskala Nasional, yang mana pada resepsi itu dihadiri oleh berbagai tokoh ternama yang ada di pemerintahan. Jogja adalah tanah kelahiran Muhammadiyah, maka dari itu untuk memperingati Milad dan Muktamar 1 Abad Muhammadiyah dilaksanakan di Jogja.

Warga Muhammadiyah diharapkan untuk meningkatkan syukur kepada Allah swt. dalam kelangsungan hidup Muhammadiyah yang tengah mencapai 1 Abad ini, dan diharapkan semua warga Muhammadiyah turut mendoakan agar organisasi ini bisa hidup langsung lebih lama dan bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.

Lima pesan yang ditujukan kepada seluruh jajaran tingkatan Muhammadiyah dari Bapak Din Syamsudin yaitu sbb:
1. Milad Muhammadiyah yang kita laksanakan kali ini semoga bisa menjadikan momentum untuk menjadikan muhasabah dalam membenahi menejemen organisasi dan meningkatkan menejemen organisasi.
2. Bertekad untuk meningkatkan fungsi dan peran amal usaha Muhammadiyah untuk Dakwah
3. Untuk menjadikan titik gebrakan baru untuk menciptakan peran amal usaha bertaraf Internasional, yang mana mulai saat ini mencanangkan amal usaha yang berunggulan.
4. Menyerukan kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk mencanangkan gerakan amar ma'ruf nahi Munkar, untuk terus menjalankan Gerakan Al-Islam, gerakan perdamaian dan kerukunan.Dan untuk berkiprah di Muhammadiyah dalam hal kemandirian dalam berorganisasi.
5. Untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan, paguyuban dan tinggalkan perpecahan serta tingkatkan ukhuwah antar sesama.


Acara Milad ini termasuk simulasi dari pembukaan Muktamar Muhammadiyah 1 Abad di Yogyakarta, lanjut Din di dalam pidatonya yang sangat keras dan lantang itu. Setelah beliau menyampaikan pidatonya dia mempersilahkan kepada Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca untuk menyampaikan pesan dalam momentum Milad Muhammadiyah Kali ini.

Pesan Hanung Bramantyo kepada semua hadirin yang ada di dalam Stadion Mandala Krida yaitu "Bahwa Muhammadiyah adalah Matahari, hingga sekarang umur Muhammadiyah mencapai 100 tahun sang surya tetap bersinar dan sebagai pencerah. Ungkap Hanung yang tidak lama lagi akan meluncurkan film terbarunya "Sang Pencerah" yang diharapkan film ini bisa memberikan pencerahan kepada semua masyarakat umum khususnya Muhammadiyah.

"Kita sebagai anak muda sebagai contoh, sebagai pencerah, seperti KH. Ahmad Dahlan dulu dalam mendirikan Muhammadiyah juga berumuran muda seperti kita semua, maka dari itu tunjukkan agama Islam adalah agama pencerah, agama yang bebas, dan agama yang benar. Kata Hanung di atas podium bersama istrinya Zaskia. Di akhir pidatonya Hanung juga menyampaikan kepada peserta Milad untuk mendukung Film yang akan di luncurkan tersebut dan jika ada orang atau kader yang ingin menjadi sosok seperti Ahmad Dahlan bisa mendaftar atau mengusulkan seseorang yang bisa menjadikan  tokoh sebagai Ahmad Dahlan, dan silahkan buka di http://www.sangpencerah.com/. By Heru Cahyono
Share/Bookmark


Satu Abad Muhammadiyah Untuk Penguatan Gerakan


Tak terasa juga Muhammadiyah sudah mencapai umur 1 abad, sudah banyak sekali cetakan-cetakan sejarah yang sudah dibuat sejak lahirnya hingga sekarang. Muhammadiyah menjadikan usia satu abad sebagai momentum penguatan gerakan atau revitalisasi untuk memperbaiki, menyempurnakan, dan mengembangkan seluruh potensi dan infrastruktur yang dimiliki.


"Dengan demikian, Muhammadiyah mampu berkiprah optimal dan tampil menjadi gerakan Islam terbesar dan unggul secara kualitatif," kata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir.

Pada momentum satu abad milad (kelahiran) Muhammadiyah, ia mengatakan, organisasi itu memasuki perjalanan 100 tahun dengan tekad mengembangkan pembaruan atau tajdid fase kedua.

Pada babak baru tersebut, menurut dia, Muhammadiyah melakukan transformasi gerakan untuk menawarkan pemikiran alternatif dan dinamisasi masyarakat madani yang semakin otonom dan bermoral utama.


"Selain itu, juga mengembangkan basis kekuatan ekonomi, penguatan gerakan perempuan, dan reformasi amal usaha yang bertumpu pada sistem organisasi yang modern, progresif, dan mandiri," katanya.

Ia mengatakan dalam kehidupan bangsa akan semakin dikembangkan peran kebangsaan yang memberi sumbangan signifikan dalam transformasi kehidupan bangsa khususnya dalam merekonstruksi pranata sosial masyarakat berbasis kebudayaan Indonesia yang modern dan religius.

"Dalam dunia kemanusiaan global dikembangkan Islam berwajah damai dan berkemajuan seusai risalah Islam berwawasan `khaira ummah` (bangsa yang unggul) dan rahmatan lil-alamin (rahmat bagi semesta alam)," katanya.

Menurut dia, pada 8 Dzulhijjah 1430 H bertepatan dengan 25 November 2009 Muhammadiyah genap 100 tahun atau satu abad dari usia kelahirannya pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912.

"Muhammadiyah mensyukuri usia satu abad sebagai berkah Allah SWT atas pengkhidmatan yang selama ini dilakukan dalam memajukan dan mencerahkan kehidupan bangsa menuju peradaban utama," katanya.


Senangnya, o ya besuk rabu kami dari semua elemen Muhammadiyah akan datang ke Jogja untuk merayakan resepsi Milad 1 Abad, dengan pembicara Bapak Din Syamsudin....ayo temen2 semua boleh ikut kok, ini untuk umum dan Muhammadiyah...