Tampilkan postingan dengan label Leader Gue Banget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leader Gue Banget. Tampilkan semua postingan

Mengubah Dunia

Ada sorang lelaki tua, terbaring tidur tak berdaya melamunkan masa mudanya dalam kesendirian. Ditengah ketidakberdayaannya ia berbincang dengan dirinya sendiri. Dalam kesendiriannya banyaklah yang direnungkan. Hatinya berkata.

'Ketika aku menjadi seorang pemuda, aku bermimpi ingin merubah dunia. Seiring dengan waktu, usiaku kian bertambah. Dunia tidak berubah. Dunia tidak kunjung berubah. Maka impianku persempit untuk mengubah negeri ini. Namun impian itu juga tidak berhasil. Negeri ini juga tidak berubah.'

'Ketika usiaku sudah memasuki waktu senja. Dengan semangatku yang masih menggebu. Lalu aku memimpikan untuk bisa mengubah keluargaku. Orang-orang yang ku cintai. Orang-orang yang ada disekelilingku. Tetapi mereka juga tidak mampu aku merubahnya.'

Kini disaat terbaring lemah tidak berdaya. Air matanya mengalir tak terasa. Baju basah dengan air mata. Lelaki tua bergumam lirih pada dirinya sendiri.

'Bila waktu masa muda itu aku mengubah diriku sendiri. Maka aku akan menjadi panutan. maka aku bisa mengubah keluargaku. Memberikan inspirasi dan mendorong orang-orang disekelilingku untuk melakukan kebaikan. Dari mereka menanam dan menebarkan kebaikan, cinta dan kasih sayang sehingga mampu memperbaiki negeri ini. Tanpa disadari aku telah mengubah dunia.

Pesan Diatas bahwa kita tidak akan mampu mengubah dunia bila kita tidak mampu mengubah diri kita sendiri. Mulailah dengan melakukan kebaikan yang paling mudah seperti bertegur sapa, menebarkan senyum untuk pasangan hidup kita, membantu orang tua yang hendak menyeberang jalan atau sekedar bertanya bagaimana kabar dan duduk berbincang walau sebentar adalah wujud empati kita. Maka kebaikan itu menjadi virus yang menyebar kemana-mana. Pada saat itulah sebenarnya kita telah mampu mengubah dunia.

Kisah Seorang Anak dan Ayahnya

Saya ucapkan terimakasih banyak kepada rekan dan teman saya yang selalu mendukung dan memberikan semangat serta doa kepada saya. Sehingga pada kali ini masih diberikan kesehatan dan keimanan serta kekuatan untuk menjalani hidup ini.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan mencoba untuk bersama-sama merenungkan dengan membaca dan mengambil hikmahnya dari cerita yang akan saya tulis di bawah ini.



Rp.10.000,- 3 LEMBAR

Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini yang baru duduk dikelas 3 SD untuk mengatur uang jajannya. Sang anak diberi uang Rp 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah.

Pada minggu pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum berangkat, tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya.

Ditengah keasikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yangg telah tua renta sambil memelas.
Tak tega melihat sang kakek tua memelas, sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang 10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya.

Kontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini.

Setelah si kakek tua berlalu, kemudian sang ayah bertanya;
“Sayang, kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam?”

“Ayah..kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum..

“Tek!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.

“Nah, terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana?” Tanya sang ayah mencoba menguji.

“Kan aku masih punya ayah dan bunda! Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini.” Balas anaknya.

“Kenapa kamu begitu yakin kalo ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu? Ayah nggak janji loh?” Kembali sang ayah mengujinya.

“Kalo ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda, maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu..” Jawab sang anak mantap.

Seakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata. Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada dihadapannya.

Lalu ia berjongkok dan memegang kedua pundak anaknya..
“Sayang…ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah tetapkan batas umur ini. Ayah sangat sayang padamu..” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru..


Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak membalas,
“Ayah tak perlu berkata seperti itu. Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku. Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda, dan aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup dijalan seperti kakek tua itu…”

Dan airmata sang ayahpun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya. Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat. Dan keduanya larut dalam haru dan kasih sayang.

KAMSAKA

Hari ini jam 09/45 saya datang ke MAN 1 Klaten untuk menghadiri Temu Kangen Alumni dari tahun lulusan 2005-2009. Gambaran dalam pikiran saya ketika di rumah bahwa acara ini sangat ramai, main musik, bersenang-senang. Bacanda dengan teman2 lama. Dan mungkin di tambah acara nyanyi-nyanyi dengan di iringi musik yang sudah di sediakan. pasti meriah.

Ternyata sampai disana....Loh kok alulanya masih dikunci??Nah..anak-anaknya kok hanya sedikit??
ehm,,,tapi tak apalah..disana saya langsung menghampiri teman-teman saya yang sudah berdiri disamping motor mereka, dan saya pun menjabat tangan mereka dengan lembut..kita saling menyapa dan menanyakan kabar.

Tak lama kemudian acara sudah dimulai dan saya langsung masuk di ruangan acara itu. Dalam pembukaan itu ada sambutan-sambutan tiap alumni pertahun dari tahun 2003-2009. Kebetulan saya alumni 2009 jadi yang yang mewakili temen2 alumni 2009 untuk memberikan sambutan pada acara itu. Yang saya sampaikan dalam sambutan itu adalah mengharapkan pada pertemuan kali ini bisa membawa manfaat bagi kita semua.

Setelah kita beramah tamah dan becanda di acara itu sampai juga di penghujung acara. Ada beberapa alumnus yang di tunjuk oleh ketua panitia untuk tetap disini setelah sholat Jum'at secara berjamaah. Tujuannya membuat komunitas yang diharapkan oleh bapak kepala sekolah MAN 1 Klaten. Dengan semangat temen-temen semua, baru saja kami tadi menentukan nama komunitas yang akan kami laksanakan sebagai amanah yang harus kita emban yaitu lahirlah KAMSAKA (Komunitas Alumni MAN 1 Klaten) pada tanggal 26 Februari 2010 di MAN 1 Klaten.

Satu amanah yang harus saya emban..teman-teman banyak yang memilih kandidat untuk menjadi ketua komunitas ini. Untuk ketua 1 mas Agung dan ketua 2 saya sendiri Heru Cahyono....semoga dengan amanah ini saya bisa menjalankan amanah dengan baik. Amien.. Sukses buat semua teman-teman alumni.

Teringat Akan Waktu

Baru saja saya membaca sebuah email dari teman, tentang masalah waktu kita hidup di dunia ini. Jujur saya hampir tidak mengingat waktu ini. Seharusnya saya selalu berusaha untuk mengingat masa ini. Kenapa baru sadar kali ini. Astaghfirullah...memang luar biasa manfaat membaca. Apapun itu yang kalian baca pasti ada manfaat yang bisa kita ambil.

Jika kita gambarkan sebuah garis kehidupan pasti selalu dimulai dari titik 0 (nol) yaitu diawali dengan kelahiran, usia 0-24 proses belajar , usia 25-55th (30 tahun) bekerja atau massa Produktif, Usia 55th pensiun, orang Indonesia memiliki harapan hidup sampai dengan usia 99th. Asumsi rata-rata orang Indonesia meninggal di usia 75th jadi sejak mulai usia 55 sd 75th (20 tahun) adalah masa untuk menghabiskan uang/tabungan tentunya tidak sedikit dana yg harus di habiskan untuk bertahan hidup selama 20th. jadi uang yang kita kumpulkan selama 30th (usia 25-55) harus kita pakai selama 50th yaitu selama masa produktif (30) + masa pensiun (20) = 50 th.
Apakah Anda sudah pernah memperhitungkannya? Sudah siapkah anda dengan tabungan anda? Pernahkah anda memikirkannya?

Nah di atas itu email yang dikirim oleh teman saya. Tiba-tiba saya langsung teringat kedua orang tuaku. Umur mereka sudah lumayan tua, sedangkan saya belum membahagiakan mereka. Tapi paling tidak selama saya sekolah di MAN Klaten saya sudah tidak banyak meminta uang untuk biaya sekolah. Karena saya sudah mulai mencari uang sendiri.
Mulai sekarang saya akan mencoba untuk bekerja lebih giat lagi untuk mempersiapkan hal-hal yang tidak diinginkan. Saya harus mempersiapkan segala hal untuk masa depanku. Saya hanya punya waktu yang sedikit untuk mencapai semua itu sebelum saya kembali ke Rahmat Allah...Allahu Akbar..Allahu Akbar....

Prinsip Bisnis Orang China




Orang china terkenal ulet dan tekun dalam mengelola bisnis. Berikut merupakan RAHASIA PRINSIP-PRINSIP BISNIS YANG DIPAKAI KEBANYAKAN ORANG CHINA:
  • Bersikap adil terhadap para pekerja dan tidak berprasangka buruk sebelum terbukti
  • Menyediakan waktu cukup untuk memeriksa segala pemasukan dan pengeluaran
  • Hati-hati dalam menyepakati setiap perjanjian tertulis agar tidak perlu terjadi planggaran dikemudian hari.
  • Bertanggung jawab
  • Bersikap tenang dan percaya diri bahkan dalam masa-masa sulit.
  • Kontrol pengendalian yang baik dalam menjalankan usaha.
  • Lebih baik memaksimalkan penghasilan daripada mengurangi pengurangan yang sebenarnya wajib dikeluarkan.
  • Memberi utang pada pihak lain boleh tapi harus hati-hati dan teliti.
  • Harus tegas dalam memimpin dan mengambil keputusan , jangan ragu-ragu.
  • Jangan menyiakan-nyiakan kesempatan dengan menunda-nunda pekerjaan
  • Ramah dan sabar menghadapi orang lain.
  • Berhemat dalam pengeluaran, dengan menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu.
  • Harus rajin dan tekun.
Perlu kesabaran dan keuletan dalam menjalankan sebuah bisnis, apapun itu bentuknya. Mungkin kita bisa mencontoh perilaku dan prinsip bisnis mereka untuk menggapai sukses.